Pipit Zebra: Pesona Burung Kecil dengan Suara Merdu dan Warna Unik

Pipit Zebra, atau yang dikenal secara internasional sebagai Zebra Finch (Taeniopygia guttata), adalah salah satu burung kecil yang paling populer di dunia. Meski tubuhnya mungil, daya tarik Pipit Zebra justru terletak pada kombinasi warna yang unik, suara kicauan yang lembut, serta sifatnya yang aktif dan ramah. Tak heran jika burung ini banyak dipelihara, baik oleh penghobi pemula maupun pecinta burung berpengalaman.

Burung ini sering dijumpai di kandang-kandang penangkaran, toko burung, hingga laboratorium penelitian. Namun, di balik kepopulerannya, Pipit Zebra menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Asal Usul dan Habitat Alami Pipit Zebra

Habitat Alami Pipit Zebra

Pipit berasal dari Australia, khususnya wilayah savana, padang rumput kering, dan area semi-gurun. Burung ini juga ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Nusa Tenggara, serta telah diperkenalkan ke berbagai negara lain seperti Amerika Serikat dan Eropa Wikipedia.

Di alam liar, Pipit hidup berkelompok dan sangat bergantung pada ketersediaan air. Mereka biasanya tidak pernah terbang jauh dari sumber air karena harus minum secara rutin. Ketergantungan ini membuat mereka memiliki pola hidup yang unik dibanding burung kecil lainnya.

Ciri Fisik yang Mudah Dikenali

Salah satu daya tarik utama Pipit adalah pola warna tubuhnya yang khas. Burung jantan dan betina memiliki perbedaan yang cukup jelas.

  • Pipit Zebra jantan memiliki pipi berwarna oranye cerah, dada dengan garis-garis hitam putih seperti zebra, serta paruh merah menyala.

  • Pipit Zebra betina tampil lebih sederhana, tanpa pipi oranye dan warna tubuh yang cenderung abu-abu lembut.

Ukuran tubuhnya relatif kecil, hanya sekitar 10–12 cm, dengan berat kurang dari 15 gram. Meski kecil, burung ini sangat lincah dan hampir tidak pernah diam.

Karakter dan Perilaku yang Menarik

Pipit Zebra dikenal sebagai burung yang aktif, sosial, dan ceria. Mereka senang bergerak, melompat dari satu tangkringan ke tangkringan lain, dan saling berinteraksi dengan sesamanya. Di alam liar maupun dalam kandang, Pipit jarang hidup sendirian.

Salah satu keunikan burung ini adalah kebiasaan berkicau sambil berkomunikasi. Kicauan Pipit bukan sekadar suara indah, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama saat mencari pasangan atau menandai wilayah.

Menariknya, Pipit jantan memiliki kemampuan “belajar lagu”. Mereka meniru suara induknya saat masih muda, mirip dengan proses belajar bicara pada manusia. Inilah alasan mengapa burung ini sering digunakan dalam penelitian ilmiah.

Suara Kicauan yang Lembut dan Menenangkan

Meski tidak sekeras burung kicau kompetisi, suara Pipit memiliki karakter lembut dan ritmis. Kicauannya terdengar seperti rangkaian nada pendek yang berulang, cocok untuk menciptakan suasana tenang di rumah.

Karena sifat suaranya yang tidak terlalu bising, Pipit sangat cocok dipelihara di lingkungan perkotaan atau apartemen. Bahkan, banyak orang memeliharanya sebagai burung hias dan teman relaksasi.

Pakan Favorit Pipit Zebra

Pakan Favorit Pipit Zebra

Dalam hal makanan, Pipit Zebra tergolong mudah dirawat. Di alam liar, mereka memakan biji-bijian kecil, rumput, dan serangga kecil. Sementara dalam perawatan manusia, pakan utamanya meliputi:

  • Milet putih dan milet merah

  • Canary seed

  • Jagung giling halus

  • Sayuran segar seperti sawi dan bayam (dalam jumlah terbatas)

Untuk menjaga kesehatan, Pipit juga membutuhkan sumber kalsium, seperti tulang sotong, terutama saat masa bertelur.

Perkembangbiakan yang Relatif Mudah

Salah satu alasan Pipit sangat populer adalah karena mudah dikembangbiakkan. Burung ini termasuk produktif dan cepat beradaptasi di lingkungan kandang.

Dalam kondisi ideal, Pipit betina dapat bertelur 4–6 butir dalam satu periode. Telur akan menetas setelah sekitar 12–14 hari pengeraman. Anak burung biasanya sudah mulai belajar terbang dalam usia 3 minggu.

Uniknya, Pipit dikenal sebagai induk yang cukup baik. Jantan dan betina sama-sama berperan dalam mengerami telur dan memberi makan anaknya.

Peran Pipit Zebra dalam Dunia Penelitian

Selain sebagai burung peliharaan, Pipit memiliki peran penting di dunia sains. Burung ini sering digunakan dalam penelitian neurobiologi dan linguistik, khususnya terkait pembelajaran suara dan komunikasi.

Para ilmuwan mempelajari Pipit untuk memahami bagaimana otak memproses suara, belajar bahasa, dan bahkan untuk penelitian gangguan bicara pada manusia. Hal ini menjadikan Pipit  sebagai salah satu burung paling penting dalam dunia riset.

Tips Merawat Pipit Zebra agar Sehat dan Aktif

Merawat Pipit Zebra sebenarnya tidak sulit, asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi:

  1. Gunakan kandang yang cukup luas agar burung bisa bergerak bebas.

  2. Sediakan air bersih setiap hari, karena burung ini sangat bergantung pada air.

  3. Jaga kebersihan kandang untuk mencegah penyakit.

  4. Letakkan kandang di tempat terang, tetapi tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.

  5. Pelihara berpasangan atau berkelompok, karena Pipit adalah burung sosial.

Dengan perawatan yang baik, Pipit Zebra bisa hidup hingga 5–8 tahun, bahkan lebih dalam kondisi optimal.

Pipit Zebra, Burung Kecil dengan Pesona Besar

Pipit Zebra membuktikan bahwa burung kecil pun bisa memiliki pesona yang luar biasa. Dari warna tubuh yang unik, perilaku sosial yang menarik, hingga perannya dalam dunia penelitian, burung ini menawarkan lebih dari sekadar keindahan visual.

Bagi siapa pun yang ingin memelihara burung yang mudah dirawat, tidak berisik, dan penuh karakter, Pipit Zebra adalah pilihan yang sangat tepat. Kehadirannya mampu menghadirkan suasana hidup, ceria, dan menenangkan di dalam rumah.

Kesehatan dan Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Meski Pipit Zebra dikenal sebagai burung yang tangguh dan mudah beradaptasi, bukan berarti ia kebal terhadap penyakit. Beberapa masalah kesehatan yang umum dialami Pipit Zebra biasanya berkaitan dengan kebersihan kandang dan kualitas pakan.

Penyakit yang sering muncul antara lain gangguan pernapasan akibat kandang lembap, diare karena pakan basi, serta kutu atau tungau yang menyerang bulu. Tanda-tanda burung yang mulai sakit biasanya terlihat dari sikapnya yang lebih diam, bulu mengembang, nafsu makan menurun, dan jarang berkicau.

Pencegahan terbaik adalah menjaga kandang tetap bersih, mengganti air minum setiap hari, serta memberikan pakan berkualitas. Sesekali menjemur burung di pagi hari juga membantu menjaga daya tahan tubuh Pipit Zebra.

Mitos dan Kepercayaan tentang Pipit Zebra

Di beberapa daerah, Pipit Zebra dipercaya membawa energi positif dan ketenangan bagi pemiliknya. Kicauannya yang lembut sering dianggap mampu mengurangi stres dan menciptakan suasana damai di rumah.

Ada pula kepercayaan bahwa memelihara Pipit Zebra secara berpasangan melambangkan keharmonisan dan kesetiaan, karena burung ini dikenal setia pada pasangannya. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, kepercayaan ini turut menambah nilai emosional bagi para pemeliharanya.

Baca juga fakta seputar : Animal

Baca juga artikel menarik tentang : Fu Bao: Pesona Kucing Unik yang Memikat Hati

Author